Mau ngafe di pantai? Ada banyak pilihan. Ngafe di gunung? Nggak sedikit juga. Tapi kalo nongki di gunung sambil liat laut di daerah Pantura? Wajib dicoba deh tempat ini. Di tengah hiruk pikuk daerah utara Jawa yang identik dengan kegiatan kemaritimannya, terselip satu tempat nongki ciamik yang nggak kalah dengan kafe di kota.
Yup, Kepo Beach View adalah tempatnya. Nggak perlu jauh banget ke gunung, nanjaknya dikit, udah gitu bisa liat pemandangan laut utara Jawa yang cakep. Meski bagiku, view laut selatan Jawa masih jadi juaranya, xixi.
Kepo Beach View, Tempat Nongki yang Estetik Abiezz di Lamongan, Jawa Timur
Pantura, termasuk Lamongan, selama ini dikenal dengan hiruk pikuk ‘transformer’nya yang cukup mengerikan. Ditambah dengan wajah jalanannya yang punya banyak lubang kenangan menganga lebar.
Opini ini adalah suara hati ku sebagai warga pantura bagian Gresik dempet Lamongan sejak lahir. Dua kabupaten ini punya vibes yang mirip-mirip.
Rasa-rasanya, melihat dari kondisi geografisnya yang merupakan pesisir pantai dan menjadi pusat perdagangan hasil laut, tempat nongki cakep nggak akan ada di daerah sini. Ada sih ada, tapi yang menawarkan Bali vibes kayaknya baru Kepo Beach View ini deh.
Saat ajakan ngopi dari sepupuku masuk melalui aplikasi hijau, kami langsung mencari tempat yang oke buat ngumpul dan membelanjakan uang THR yang alhamdulilah terhitung cukup banyak bagi manusia yang berada di usia pertengahan 20-an ini.
Setelah konferensi via group chat digelar, diputuskan destinasi yang akan kami tuju adalah Kepo Beach View yang terletak di sebelah barat Wisata Bahari Lamongan (WBL), jaraknya cuma 1 km dari WBL. Katanya sih, ini tempat baru. Dan benar aja, baru dibuka awal tahun 2026 ini, gengs.
Nggak pake wacana dan rencana, kami pun langsung meluncur ke lokasi. Mumpung dompet masih tebal dan hari libur masih panjang, ehehe.
FYI, lokasi Kepo Beach View belum dijangkau oleh Transjatim. Armada andalan warga Jatim ini baru sampai di Terminal Paciran, yang jaraknya sekitar 2 km di sebelah timur kafe ini. Kalo jalan kaki lumayan jauh, dan medannya cukup menanjak mengingat lokasinya yang berada di ketinggian.
Estetik, cakep, cozy, adalah kesan yang ditampilkan oleh bangunan bernuansa mediterania ini. View lautnya masih dapat dijangkau oleh mata minus ini. Karena memang, meski lokasinya berada di ketinggian, jarak antara perbukitan dan lautnya nggak jauh. Kepleset dikit nyampe, lah.
Yang bikin menambah nilai plus dari kafe baru ini, mereka nggak hanya menawarkan kafe, tapi juga pool and villa. Recommended untuk kalian yang ingin healing-healing cakep dan foto instagramable.
Honest Review: Kesan dan Pesan dari Lubuk Hati Terdalam
Disclaimer: Review ini ditulis berdasarkan pengalaman, dengan sejujur-jujurnya tanpa ada niat melebihkan dan mengurangkan tulisan.
“Jangan terlalu malem, ya, biar bisa ketemu sunset. Udah tak bawain kamera.” Ucap salah satu sepupu ku. Pukul setengah lima kami start dari rumah menuju arah barat ke Kabupaten Lamongan. Dengan make up yang udah on point, outfit cakep, dompet yang nggak lupa diisi uang THR, bensin yang udah full dan Google Maps, kami pun berangkat.
Sayang seribu sayang, kami kurang beruntung, gengs. Saat tiba, kumpulan awan mulai bertandang. Sunset pun hanya keliatan sedikit, kayak ngintip-ngintip.
Sampai di Wisata Bahari Lamongan, aplikasi map udah siap menuntun kami menuju perjalanan cukup langka ini. Langka karena kami anak rumahan, eaaa.
Dari WBL atau Wisata Bahari Lamongan, ke arah barat sedikit kemudian belok kiri masuk ke Dusun Penanjan. Belok-belok, naik dikit, sampai, deh. Lokasi Kepo Beach View ada di sebelah kiri jalan, tepat di depan tikungan dan tanjakan.
Begitu masuk, birunya air kolam, pintu kamar villa yang estetik dan deretan sofa menyambut para pengunjung. Vibes-nya udah kayak di villa-villa pengunungan!
Dari pintu masuk, hamparan laut utara Jawa udah bisa dinikmati keindahannya. Karena memang, lokasi bangunan kafe ini berada tepat di bagian bukit yang menanjak.
Meja kasir dan dapur berada tepat di sebelah kanan pintu masuk. Jangan lupa pesan dan bayar dulu biar bisa menikmati pemandangan sambil nyemil-nyemil sore. Kebetulan dari rumah kami udah cari tau menu-menu yang disediakan.
Es krim-es kriman, lemon tea dan es milo menjadi pilihan kami. Harga makanan dan minuman agak mahal dikit untuk daerah sini. Tapi jika dibandingkan dengan konsep cafe nya, harga segitu sih murah, ya.
Apa ada makanan beratnya? Tentu ada. Sayangnya, saat kami mau pesan, mbak kasir udah ngasih warning duluan. “Kompor kami baru ada dua mbak, jadi kalo mau pesan antri panjang karena sedang ada banyak pesanan, habis ini ada reservasi juga. Kalo mau pesan makan nunggu sekitar 3 jam. Untuk minuman nggak lama jadinya.”
Okelah, kami memaklumi karena masih baru juga dan tentu kami milih aman dengan pesan minuman dan es krim. Sungguh disayangkan, walaupun kami cuma pesan minuman dan es krim pun, datangnya lamaaa banget.
Selain pelayanannya yang lama, kami juga menyayangkan tempat parkir yang sempit. Bahkan mungkin nggak ada (?), sepeda motor diparkir di pinggir jalan, bukan lahan khusus parkir.
Okee, back to topic. Overall, kami puas sih dengan pemandangan yang disuguhkan. Walau aku pribadi tiap hari liat hijau-hijau dan sering liat laut, tapi kalo disuguhi pemandangan hijaunya bukit dan birunya laut sekaligus, ya, nggak nolak.
Dari tempat ini juga, aku punya banyak stok foto cakep. Langsung deh ganti foto profil WhatsApp dan buat story di sosmed, ihihi.
Oh iya, bangunan kafe ini memiliki bentuk seperti huruf L. Untuk lantai 1, tempat duduk pengunjung hanya ada di sofa sebelah kanan kolam renang atau depan meja kasir. Depan kamar juga ada, tapi kan agak segan, ya, kalo nggak sekalian pesen kamarnya, hehe.
Nah, untuk lantai 2, tempat duduk yang tersedia lebih banyak lagi. Tersedia tempat duduk dengan konsep semi indoor, dan tempat duduk yang berkonsep rooftop. Kami memilih tempat duduk semi indoor karena udah penuh semua di bagian rooftop.
Menjelang malam, citylight mulai terlihat. Atau mungkin cityvillage? Wkwk. Lampu-lampu yang terlihat cuma sebaris dua baris, karena memang ini bukan daerah perkotaan yang dipenuhi hingar bingar lampu saat malam hari. Tapi tetap indah dipandang kok tenang aja.
Untuk fasilitas lain yang ada disini, jujur, kurang tau. Karena kita udah buru-buru pulang buat sholat maghrib dan melanjutkan agenda ini ke tempat lain untuk cari makanan berat.
Masih laper, euy!
Informasi Tambahan
- Lokasi: Dusun Penanjan, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
- Jam operasional: Setiap hari pukul 8.00 sampai 22.30 WIB
- Instagram: kepo_cafe
- Facebook: Kepo-cafe
- TikTok: @kepobeachview
- No. Telp: 081333841199
Penutup
Jadi, gengs, setelah ngubek-ngubek dunia maya, Kepo Beach View ini ternyata masih satu manajemen dengan Kepo Cafe yang udah buka beberapa tahun silam. Jarak antar dua kafe ini nggak jauh. Kepo Cafe berada tepat di Jalan Raya Daendels, Desa Paciran, sedangkan Kepo Beach View masuk ke Dusun Penanjan.
Aku sendiri belum pernah menjejakkan kaki di Kepo Cafe, padahal kafe ini terkenal banget. Emang dasarnya aku yang anak rumahan jarang menjelajah dunia luar, alias mager, wkwk.
Harapannya, semoga Kepo Beach View lebih memperbaiki lagi pelayanannya. Eman-eman, view udah secakep ini tapi service-nya agak kurang gercep. Kalian yang mau healing sambil ngopi cantik, bisa banget berkunjung ke kafe ini. Babay, sampai jumpa di review selanjutnya~







Posting Komentar