Banner Besar filzahalwa

Teknik Pruning: Seni ‘Menyakiti’ Tanaman untuk Maksimalkan Pertumbuhan seng

Teknik Pruning: Seni ‘Menyakiti’ Tanaman untuk Maksimalkan Pertumbuhan

Kadang tuh ya, kita butuh rasa sakit biar tumbuh lebih baik, eaaa. Begitu juga dengan tanaman, yang harus disakiti dulu agar tumbuh lebih produktif. Nggak sekedar ‘disakiti’, tindakan ini dinamakan dengan teknik pruning

Emang apa sih teknik menyakiti tanaman ini? Dan apa manfaat yang akan diperoleh? Kita belajar sama-sama, yuk!

Apa Itu Teknik Pruning?

Dosa nggak sih menyakiti tanaman yang juga merupakan makhluk hidup, yang harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin? Jawabannya adalah enggak. Langkah ini nantinya malah akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, produktif dan indah. Jadi, apa sih yang dimaksud teknik pruning itu?

Pruning atau pemangkasan merupakan teknik membuang batang, cabang, tunas atau akar dari tanaman, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, estetika maupun kesehatan tanaman. 

Jadi, kalo kalian liat orang mangkas tanamannya tuh bukan gabut atau gimana, ya. Kegiatan tersebut ada tujuannya. Diantara tanaman yang perlu dipangkas, tanaman hias juga termasuk ke dalamnya. 

Emangnya manfaat memangkas tanaman hias tuh apa sih? Meningkatkan nilai estetika atau keindahan adalah salah satunya. Semakin rapi sebuah tanaman, semakin indah juga saat dipandang. Bonusnya, bagian lain dari tanaman yang dipangkas bisa banget ditanam kembali, alias dengan menerapkan teknik pruning, kalian dapat memperbanyak tanaman tanpa harus beli lagi. 

Diantara jenis tanaman hias yang bisa banget ‘digandakan’ dengan teknik pruning adalah tanaman gantung seperti sirih gading, kaktus, sukulen, miana dan masih banyak lagi. 

Apa Tujuan Dilakukan Pemangkasan pada Tanaman?

Teknik Pruning: Seni ‘Menyakiti’ Tanaman untuk Maksimalkan Pertumbuhan seng

Teknik pruning nggak hanya sekedar mengejar estetika dan produktivitas aja, teknik ini membawa banyak manfaat dibaliknya. Kesehatan pun nggak luput dari tujuan yang akan dicapai jika kalian mengaplikasikan teknik ini di tanaman kalian. 

Lebih lengkapnya, berikut ini adalah tujuan dilakukannya pemangkasan pada tanaman. 

1. Menjaga Kesehatan Tanaman Secara Keseluruhan 

Ada dua step teknik pruning yang dilakukan, yakni memangkas bagian yang mati, membusuk serta terinfeksi, dan juga memangkas bagian yang rindang. Dua pemangkasan bagian yang berbeda ini memiliki tujuan masing-masing. 

Bagian tanaman yang dipangkas meliputi bagian yang mati, membusuk dan terinfeksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga tanaman agar berumur lebih panjang. Bagian tanaman yang membusuk dan terinfeksi dapat menyebar ke bagian lain yang lebih sehat. 

Sedangkan pemangkasan bagian tanaman yang terlalu rindang bertujuan untuk menciptakan lebih banyak ruang bagi cahaya matahari dan udara. Jika sebuah tanaman terlalu rapat, cahaya matahari nggak bisa nembus ke bagian bawah tanaman. Akibatnya, proses fotosintesis kurang maksimal. 

2. Mendorong Produktivitas

Nggak semua tanaman buah bisa berbuah sendiri. Di beberapa kasus, bantuan manusia dibutuhkan agar tanaman-tanaman tersebut dapat menghasilkan buah. 

Pemangkasan daun dan batang pada tanaman buah dapat membantu produksi buah. Karena, kalo daun dan batang terlalu lebat, nutrisi akan terfokus pada dua bagian tersebut. Sedangkan jika daun dan batang dipangkas, tanaman akan menggunakan nutrisinya untuk menghasilkan buah. 

3. Pengendalian Pertumbuhan Tanaman

Sama seperti rambut manusia yang akan terus tumbuh kalo nggak dikendalikan, tanaman pun begitu. Kita sebagai manusia–yang memiliki tugas untuk merawat tanaman, berperan penting dalam pengendalian pertumbuhan tanaman. 

Ada banyak risiko yang ditimbulkan oleh tanaman yang pertumbuhannya nggak dikendalikan. Seperti jadi sarang ular, tumbuh sampai ke tanah tetangga, bahkan sampai menghalangi jalanan. 

4. Menjaga Keselamatan Orang Sekitar

Pertumbuhan tanaman yang nggak dikendalikan akan mendatangkan banyak kerugian. Diantara risiko lain selain yang udah disebutkan diatas adalah potensi membahayakan keselamatan orang sekitar. 

Contohnya adalah ranting pohon yang mati dan membusuk dan nggak segera dipangkas lebih berpotensi terkena sambaran petir saat hujan dan rawan patah. 

Selain itu, bagian tanaman yang tumbuh hingga menyentuh kabel listrik akan menyebabkan masalah kelistrikan. Seperti beberapa waktu lalu di daerah rumahku, terjadi penurunan daya listrik yang diakibatkan oleh tanaman yang merambat hingga mencapai kabel listrik. 

5. Meningkatkan Nilai Estetika dan Properti 

Meskipun ribet, tanaman hias yang dipangkas rutin akan menambah nilai estetika suatu properti, betul apa betul? Semakin rapi tanaman di halamannya, semakin enak juga buat diliat. 

Rumah atau properti lain dengan tanaman tertata rapi akan memilih nilai tambah di mata banyak orang, salah satunya calon pembeli. Apalagi jika properti tersebut dirawat dengan baik, calon pembeli akan lebih tertarik untuk meminang properti tersebut. 

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Pemangkasan?

Waktu terbaik untuk memangkas tanaman nggak bisa disamaratakan untuk semua jenis tanaman. Karena itu, penting banget untuk kita sebagai ‘tuan’ mengetahui jenis tanaman yang dimiliki. 

Untuk tanaman hias dan berbunga, waktu terbaik untuk melakukan pemangkasan adalah setelah bunga mulai layu atau setelah musim bunga berakhir. Untuk tanaman jenis lain, waktu terbaik untuk pemangkasan adalah awal musim hujan atau musim tanam saat tanaman mulai aktif tumbuh. 

Sedangkan untuk penjarangan dan pemangkasan cabang mati atau busuk bisa dilakukan sepanjang tahun. Karena jika cabang tersebut nggak segera dibuang, bagian tanaman akan terinfeksi dan kemungkinan terburuknya tanaman bisa mati.

Catatan penting: Hindari pemangkasan saat cuaca sedang panas-panasnya untuk menghindari stres pada tanaman dan penyembuhan luka yang lama. 

Apa Aja Jenis-jenis Teknik Pruning?

Nggak asal motong, teknik pruning memiliki beberapa jenis, dibagi lagi berdasarkan tujuan, metode dan teknik khusus. Apa aja? Cekidot~

1. Deadheading

Teknik Pruning: Seni ‘Menyakiti’ Tanaman untuk Maksimalkan Pertumbuhan seng

Deadheading adalah jenis pemotongan bunga yang telah layu atau mati. Teknik ini bertujuan agar energi dan nutrisi tanaman nggak fokus untuk membuat biji, tapi dialihkan untuk memproduksi bunga baru, daun serta akar yang lebih sehat. 

2. Selective Branch Removal

Adalah jenis pruning sederhana yang meliputi pemilihan batang mati dan rusak yang kemudian dipangkas untuk mencegah infeksi lebih lanjut pada tanaman. 

3. Directing Growth

Bertujuan melatih tanaman untuk menguatkan struktur yang dimilikinya. Diantara cabang-cabang yang dipangkas dengan teknik ini adalah cabang bersilangan, cabang yang tumbuh ke arah dalam atau batang utama, serta cabang bawah yang dipangkas teratur untuk menaikkan tajuk pohon. 

4. Size Reduction

Merupakan teknik pemangkasan untuk mengurangi ukuran tanaman secara keseluruhan. Jenis teknik pruning ini bertujuan agar tanaman lebih mudah dikelola, mendorong produktivitas, menjaga kesehatan tanaman dan menjaga bentuk tanaman agar tetap pada nilai estetika yang diinginkan. 

5. Thinning 

Thinning atau penjarangan dilakukan pada tanaman dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Pemangkasan jenis ini bertujuan untuk meratakan distribusi air, cahaya dan udara di semua bagian tanaman. 

6. Raising

Raising atau peninggian merupakan teknik pruning untuk menghilangkan batang atau cabang yang menjuntai rendah dan memberikan ruang bagi orang dibawahnya agar lebih leluasa. 

Studi Kasus: Dari Sulit Berbunga Hingga Tumbuh Harapan Baru

1. Teknik Deadheading untuk Bunga Mawar

Ada yang pernah nyoba nanam mawar tapi mati terus padahal udah dapet air dan cahaya cukup? Mungkin masalahnya ada pada kurangnya pengaplikasian teknik deadheading

Dari sekian banyak kasus perawatan mawar yang belum berhasil, kebanyakan masalahnya ada pada enggaknya penerapan deadheading atau pemangkasan bunga layu. 

Seperti tanaman hias berbunga lainnya, mawar tipikal tanaman yang cukup ‘manja’. Meski kelopak bunganya udah meloloskan diri masing-masing, tanaman satu ini masih harus dipotong pada bagian bunga yang telah layu demi kelangsungan hidupnya. 

Dulu, tanaman mawar yang ku rawat selalu berakhir mati setelah berbunga. Setelah menerapkan teknik deadheading, masa hidup tanaman-tanaman mawar yang ku rawat lebih panjang dan nggak sedikit yang berhasil berbunga kembali. 

Teknik deadheading ini adalah salah satu dari sekian banyak step merawat tanaman mawar agar lebih panjang umur. 

Caranya adalah dengan memotong bagian batang lunak di bawah kelopak bunga. Untuk langkah ini bisa dilakukan dengan tangan kosong maupun dengan gunting steril. Nantinya, tunas baru akan muncul di tempat bekas pemangkasan tersebut.

Satu catatan penting yang harus diingat, selalu beri air dan sinar matahari yang cukup agar bunga kembali muncul. Karena mawar adalah bunga yang cukup doyan dengan air dan cahaya. 

2. Teknik Deadheading untuk Bunga Asoka

Sama seperti mawar, bunga asoka juga cukup rewel untuk masalah bunga. Bedanya, asoka lebih tahan kalo bunga layunya nggak dipotek. Rata-rata penyebab tanaman asoka mati adalah karena kekurangan air. 

Masalahnya, jika ‘bekas’ bunganya nggak dipangkas, bunga baru akan sulit muncul atau bahkan nggak akan muncul sama sekali, apalagi jika kurang sinar matahari. 

Kalo dilakukan teknik deadheading meski kurang sinar matahari pun bunga aman tetap muncul kembali. Yaaa, meskipun nggak semaksimal saat tanaman dapat nutrisi penuh, air dan sinar cukup sih. 

Beberapa hari setelah bunga layu dipangkas, tunas baru akan muncul. Nggak lama, bunga baru akan tumbuh dari tunas baru tersebut. Benefit dari pemangkasan bunga layu pada bunga asoka ini nggak hanya dapat memunculkan bunga baru, tunas baru akan tumbuh lebih banyak sehingga volume tanaman pun semakin besar. 

Teknik Pruning: Seni ‘Menyakiti’ Tanaman untuk Maksimalkan Pertumbuhan seng

3. Teknik Deadheading dan Thinning pada Bunga Bougenville

Bunga bougenville atau yang juga dikenal dengan bunga kertas juga memerlukan teknik pruning demi perkembangannya. Banyak orang yang kepincut dengan keindahan bunga ini, apalagi kalo yang udah tumbuh sebesar pohon. Bukan pohon tauge tapi, ya, ehe

Tanaman ini sebenarnya bukan tipe tanaman yang ribet. Di beberapa kasus, tanaman ini nggak memerlukan banyak treatment. Tapi, jika salah satu pendukung perkembangannya kurang dipenuhi, tanaman ini juga bisa berubah jadi ‘anak mama’ seketika. 

Teknik pemangkasan yang meliputi deadheading dan penjarangan atau thinning diperlukan untuk merangsang pembungaan. Meskipun lingkungan tempat tumbuhnya mendapat sinar matahari sepanjang hari pun pemangkasan tetap diperlukan. 

Namun, satu hal yang perlu diingat. Untuk mendapatkan tanaman bougenville yang berbunga sepanjang tahun, cahaya matahari, nutrisi serta air harus diperhatikan. Tanaman dengan bunga warna-warni ini butuh sinar matahari penuh, air yang nggak terlalu banyak, serta nutrisi yang cukup. 

Penutup

Teknik pruning adalah salah satu bekal berkebun yang harus dipahami. Kelihatannya sepele, tinggal gunting-gunting aja. Tapi, kalo sampai salah bisa bahaya dan berujung pada berhentinya keberlangsungan hidup tanaman kita. Iya kalo harganya murah, kalo mahal? Wah, nangis bombay sih kalo aku. 

Ada yang punya pengalaman terkait pengaplikasian teknik ini? Share di kolom komentar, yuk!

Referensi

  1. Southern Living. What Is Pruning? Here's Why It's Essential In Every Garden. (2024). Diakses dari https://www.southernliving.com/what-is-pruning-8710700.
  2. LAWN LOVE. What is Pruning? (2024). Diakses dari https://lawnlove.com/blog/what-is-pruning/
  3. Proarb Canterbury. Importance of Pruning: Advantages and Disadvantages. (2021). Diakses dari https://proarbcanterbury.kiwi/advantages-disadvantages-of-pruning/.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Jika ada komentar yang berisi link hidup, mohon maaf komentar akan kami hapus. Berkomentarlah dengan bijak, ya!